




Sebastian hanya diam terpaku memandang dua ekor burung sedang bersenda gurau di atas ranting pohon. Akan tetapi, riangnya suara mereka sama sekali tidak akan pernah bisa mengubah hidupnya.
Hidup yang sudah Tuhan gariskan dan tak terelakkan bagi tiap-tiap hamba-Nya.
Banginya, hidup ini sudah sempurna bila bersama dengan orang yang dia cintai. Namun, terkadang dia berpikir apakah benar sosok yang selama ini dia cintai juga mencintainya.
Ya. Dia tidaklah perlu meragukan cinta orang yang dia cintai. Orang yang dia cintai pun tidak pernah meragukan cintanya, Celine, wanita anggun pujaan hati semua pria kini menjadi milik Sebastian.
Kesetiaan cinta Celine tidak dapat diragukan lagi. Kesetiaan cintanya pernah diuji oleh Tuhan. Kesabaran dan keikhlasan menjadi tombak dan tameng dalam menghadapinya.
*
Semua berawal dari pernikahan mereka. Pernikahan meriah dengan ribuan tamu yang hadir dan turut berbahagia. Namun, Sebastian sulit untuk menerima semua ini.
Sebastian tersenyum palsu dihadapan para undangan. Dia tidak rela dengan semua ini. Sungguh tidak rela. Ia hanya mencintai satu nama, Florian. Seorang pria yang dicintai Sebastian sejak masa remaja.
Kalau Sebastian tidak rela, mengapa ia menerimanya?
Sebastian terpaksa melakukan ini demi ayahnya yang kala itu sedang sakit-sakitan dan Sebastian adalah anak laki-laki satu-satunya di keluarganya, sehingga ia diwajibkan untuk melanjutkan garis keturunan ayahnya, garis keturunan ningrat.
Sebastian dijodohkan dengan Celine, wanita yang juga seorang ningrat.
Pada malam pertama pernikahan mereka, Sebastian sama sekali tidak menyentuh Celine. Celine pun ikhlas dengan keacuhan Sebastian.
Rumah tangga mereka pun diwarnai dengan keacuhan Sebastian. Lagi-lagi Celine ikhlas dengan keacuhan Sebastian.
Celine tidak pernah mengetahui kondisi Sebastian yang sebenarnya.
Sebastian lebih sering tinggal di rumah Florian, ketimbang dirumahnya sendiri bersama Celine. Florian tidak pernah meminta Sebastian untuk tinggal di rumahnya. malah Florian selalu meminta Sebastian untuk tidak bersikap dingin pada Celine.
Suatu malam, Sebastian pulang ke rumahnya dalam keadaan mabuk dan mengoceh yang bukan-bukan. Sebastian mengeluarkan semua yang ada dipikirannya selama ini sehingga Celine mengetahui jati diri Sebastian sebagai seorang penyuka sesama jenis.
Ocehan Sebastian sudah semakin parah. Ia menuduh Celine hanya menginginkan kejantanan Sebastian.
Sebastian memperkosa Celine.
Celine memberontak.
Walau ia mencintai Sebastian, tetapi bukan yang seperti ini yang ia inginkan. Ia inginkan ketulusan Sebastian.
Satu bulan kemudian…
Celine hamil.
Sebastian tahu ini ulahnya. Sebastian yakini Celine tidak akan bercinta dengan pria lain. Sebastian tahu Celine mencintainya.
Kisah cinta Sebastian dan Florian masi berlanjut. Akan tetapi Florian sudah tidak menginginkan kehangatan tubuh Sebastian lagi. Dia sadar. Sebastian akan menjadi seorang ayah.
Sebastian sudah menunjukkan perubahan pada Celine.
Kini Sebastian menjadi sedikit perhatian pada Celine.
Celine senang. Sangat senang. Tiada hentinya Celine tersenyum setiap kali Sebastian menunjukkan perhatiannya.
Delapan bulan kemudian
Anak laki-laki.
Sebastian dan Celine memiliki seorang anak laki-laki.
Sebastian bahagia. Sangat bahagia. Bahkan Sebastian menangis tatkala melihat bayi mungilnya menangis di dalam dekapan Celine.
Di luar kamar rawat Celine, Florian memandangi kebahagiaan yang sedang meliputi Sebastian dan Celine.
Florian meneteskan airmatanya tanda turut bahagia.
Florian pergi dari sana dan meninggalkan sepucuk surat di depan pintu kamar rawat.
Florian hendak pergi ke Paris untuk melanjutkan pendidikannya.
Sebastian berulang kali menghubungi Florian, tetapi hanya suara indah operator layanan seluler yang berbicara.
Sebastian memutuskan untuk menemui Florian di rumahnya.
Saat Sebastian membuka pintu kamar rawat, ia mendapati surat yang Florian letakkan. Setelah selesai membacanya, ia pamit pada Celine dan bergegas menuju bandara.
Di bandara, Sebastian terus berusaha mencari Florian.
Ketemu!
Mereka bertemu dan saling berpelukkan. Florian memberi petuah-petuah manis pada Sebastian
“Jaga Celine dan jagoanmu. Sayangi dan cintai mereka sebagaimana kau menyayangi dan mencintai aku.”
Sebastian hanya dapat menahan tangis. Ia melepas kekasihnya pergi
“sebuah pesawat tujuan Paris siang tadi mengalami kecelakaan. Pesawat yang berisikan lima belas awak kapal dan empat ratus penumpang tersebut tenggelam di perairan Hindia. Dapat dipastikan, semua awak dan penumpang tewas…”
Sebastian yang sedang asyik menggendong bayi kecilnya itu seketika terdiam dan mengingat… FLORIAN!!!
Sebastian langsung memberikan anaknya pada Celine dan kembali ke bandara.
Benar. Florian menjadi korban kecelakaan pesawat itu.
Sebastian kembali ke rumah sakit dengan lesu dan menangis.
Celine dapat membaca apa yang terjadi. Celine menghampiri Sebastian dan mencoba untuk membuatnya tanang.
Sebastian mendapatkan kebahagiaan sekaligus kemalangan.
*
Sebastian menghembuskan napasnya dan merenungi kenangannya. Masa lalunya. Bersama ketiga orang yang dia cintai.
“Istriku… Apa Florian sudah pulang?”
“Aku di sini ayah. Di belakangmu!”
Sebastian membalikkan badannya dan tersenyum melihat anaknya yang kini sudah tumbuh menjadi remaja periang.
“Anakku… Suamiku… ayo makan!”
*^*^*
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-
Sebastian, kekasih hatiku
Aku relakan kau hidup bahagia bersama istri dan anak-anakmu. Rela sejak pertama kali kita bertemu. Aku tahu tidak akan selamanya kita bersama.
Sebastian, sahabatku
Aku memutuskan untuk melanjutkan S-2 ku di Paris. Aku sudah diterima di sebuah universitas di sana. Aku harap kau merelakanku.
Sebastian, cintaku
Aku menginginkan kau untuk menyayangi dan mencintai istri dan anak-anakmu kelak dengan setulus hatimu. Korbankan dirimu untuk mereka.
Cukup. Itu saja yang ingin aku sampaikan padamu sebelum kepergianku ke Paris.
Salam untuk Celine dan anakmu.
Salam cintaku untuk kalian
Florian
N.B. …kalau anakmu laki-laki, berikan saja namaku padanya. Aku akan sangat bangga bila namaku dipakai oleh anakmu hehehe… :)