22 August 2012

uraian singkat XIII

mendengar seseorang bercerita menjadi daya tarik tersendiri bagiku

mendengar cerita yang membuat aku menitikan air mata membuatku merinding

aku ingin menjadi sukses dan berguna bagi umat

aku ingin membangun negeri ini

Idul Fitri (Lebaran)

Lebaran tahun ini rasanya seperti tidak aku inginkan
Lebaran tahun ini rasanya seperti hanya basa-basi saja

Terlebih
Aku menginginkan Ramadhan
Terlebih
Aku masih terngiang puasa

Hari raya aku cukup bergembira
Mendapat tawaran bantuan di negeri orang nanti

Hari kedua aku cukup bergembira
Berlebaran dengan ibunda-ibunda angkatku

Hari ketiga aku tidak begitu bergembira
Sepi, sepi, dan sepi

Hari keempat aku masih merasa seperti puasa
Ingin memaki muslim yang makan di tempat umum

Hari-hari berikutnya entah bagaimana aku harus menghadapinya
Jelas perkataan Rasulullah: "Hari ini harus lebih baik dari kemarin dan esok harus lebih baik dari hari ini"

Pada tanggal kesukaanku nanti di bulan ini
Aku akan bertemu dengan orang yang aku ingin temui

Semoga Agustus menjadi bulan dengan berjuta kegembiraan
Aamiin...

07 August 2012

Melancong ke Singapore, Trip to Singapura

Singapura...Singapore...新加坡...சிங்கப்பூர்

Perjalanan gue ke Singapura tanggal 30 Juni 2012 ini bukan yang pertama kalinya. Karena sebelumnya gue udah pernah ke sana lebih tepatnya 6 bulan dan 23 hari sebelumnya. Bukan karena lebih doyan berlibur ke luar negeri tapi emang perjalan pertama itu sama sekali gak puas. Pasalnya, cuma tiga tempat aja yang gue kunjungi, Musatafa Center, Orchard Rd, Lucky Plaza.

berikut akan gue ceritakan perjalan gue ke Singapura dan rincian uang yang gue keluarkan selama di Singapura. Mungkin bisa menjadi referensi :)

Perjalanan gue yang kedua ini lagi-lagi melalui jalan laut, alias menyebrang dari Kota Batam.
Ditemani dengan seorang sepupu yang khatam dengan kondisi Singapura, membuat gue memantapkan hati untuk pergi ke Singapura hanya berdua aja.

ini dia sepupu gue, Kak Pinkan

Dari Jakarta, gue menggunakan pesawat Garuda Indonesia sampai ke Batam. Keesokan harinya, gue menyebrang ke Singapura dengan sepupu gue ini menggunakan ferry.
Di Singapura, gue gak menginap. Gue menginap di rumah sepupu gue ini di Batam.
Tiket Garuda Indonesia PP yang gue dapet itu cukup murah dibanding dengan harga saat musim liburan. Rp.1,303,600.00 (termasuk PPN) + Rp.40,000.00 buat airport tax.
Serta tiket PP ferry yang gue beli sehari sebelum ke Singapura seharga S$30.00



Nah... di Singapura, terjadilah antrean panjang di imigrasi. Tapi, kali ini gak separah waktu itu, kali ini kami berhasil lebih cepet.
Imigrasi, baik di Sekupang Ferry Terminal maupun di Harbor Front Singapura, sangat bersahabat. Petugas yang tegas namun ramah, serta nyamannya tempat menjadi tolak ukur gue dalam hal ini.


Setelah itu perjalan dilanjutkan ke Sentosa Island. Nah yang menjadi tujuan utamanya di sana adalah berfoto di depan Universal Studio Singapura. Agak sedikit norak, tapi gak apa lah. Lagipula gak ada yang larang kan?
Untuk sampai di Sentosa Island, kami naik monorail dengan harga tiket S$3.00



Pakaian yang gue pake ke Singapura adalah sebuah celana jeans pendek, baju kaos Joger, sepatu Crocs, jam tangan, dan sebuah tas batik. Alasan gue menggunakan setelan itu adalah karna banyak identitas Indonesianya.
"I'm proud to be Indonesian...!"


Setelah puas mengambil gambar di Sentosa Island, kami memutuskan untuk kembali ke VivoCity. Mall ini selain menyajikan toko-toko dengan brand yang terkenal, juga menyajikan sebuah taman terbuka dengan tema sky park-nya.



Tujuan kami di Singapura selanjutnya adalah berkeliling Singapura. Dari VivoCity kami naik MRT ke Orchard Rd. Tiket MRT bisa dibilang cukup murah dengan harga tiket S$1.20 untuk sekali jalan dan dapan diambil lagi deposit S$1.00
Kami pun memutuskan untuk ikut tur Duck & Hippo, Singapore Sightseeing. Dengan harga tiket S$53.00 per orang ini, kita bisa hop on hop off alias naik turun di mana aja dalam waktu 24 jam.

Bus yang kita gunakan pertama kali adalah Topless Bus City Sightseeing. Kami memlih untuk duduk di kabin atas dengan atap terbuka.

Sejuk dan cerah. Begitulah udara di Singapura. Walau kota ini sangat modern, tapi kebersihan, kehijauan, ketertiban, dan keamanannya sangat dijunjung tinggi oleh warganya.
Selama di Singapura gue gak pernah ragu buat taro tas yang isinya telepon seluler dan dompet gue di belakang. Kecuali di Bugis Street sih, soalnya rame banget di sana. Penuh. Mirip pasar Sukowati di Bali.


Selain itu, banyak bangunan lama yang masih tetap dilestarikan.

Pemberhentian pertama kami saat menaiki bus ini adalah Singapore Flyer. Agar sampai ke sana, kami harus menyambung dengan The Original Tour Bus.
Sampailah kami di bawah Singapore Flyer.
Hanya menukarkan tiket, kami pun siap untuk melihat keindahan pemandangan yang disajikan oleh Singapore Flyer.

Keseriusan Pemerintah Singapura untuk menjadikan negara kota tersebut sebagai ikon wisata di dunia, ternyata sangat lah besar.
Dengan tidak menyia-nyiakan ruang yang tersedia, dari tempat masuk hingga ke tempat memasuki kapsul, di sulap menjadi tempat yang nyaman untuk berfoto.

Bukan hanya itu, lahan sisa yang berada di bawah Singapore Flyer pun disulap menjadi sebuah taman mini untuk penghijauan.


Secara teori, kami dapat melihat Johor, Batam, dan Singapura itu sendiri. Namun, pada kenyataannya kami hanya dapat melihat Singapura secara jelas, Batam dengan samar dan tanpa Johor. Mungkin karena mendung?

Setelah keluar dari kapsul dan menyusuri jembatan, kami disuguhi oleh toko cinderamata yang ada di sana. Cinderamata yang dijajakan di sana cukup bervariasi, mulai dari yang kecil sampai yang paling besar. Harganya pun sangat beragam, tergantung besar serta bahan yang digunakan.
Selain itu, di Singapore Flyer ada fasilitas foto resmi yang disediakan oleh penyelenggara wisata di sini sebelum masuk ke dalam kapsul. Foto tersebut dihargai S$20.00 per foto (ukuran sebesar buku tulis SiDu) dan S$60.00 untuk enam foto. Kelebihanya adalah tersedia enam macam background yang khas di Singapore Flyer.

Setelah puas memandangi Singapura dari atas, kami bergegas menuju Bugis Street di kawasan Bugis Village.
Di atas bus kami diberkahi dengn hujan yang cukup deras sehingga kami memtuskan untuk pindah ke bagian bawah.

Di Bugis street, belanja sebenarnya menjadi tujuan utama, tapi gue gak berkeinginan untuk itu. Yang gue inget adalah titipan nyokap gue yaitu tas buat nenek gue. Tas seharga S$10.00 pun di dapat dengan perjuangan yang cukup sulit.
Namun, akhirnya gue pasrah. Sebuah jam tangan seharga S$5.00 pun terbeli juga oleh gue. Sebelumnya, sebuah tas buat gue nge-gym pun gue beli seharga S$10.00.

Di Singapura, berbelanja serasa lebih murah dari pada di Jakarta. Menurut gue, semua itu karena nominal pada uang kertas yang kecil. Tapi bila dikonversikan ke Rupiah, nilainya sangat besar.

Dari Bugis Street, kita menuju 313@somerset dengan MRT untuk mengisi perut dan mencari sepatu lari yang gue cari.

Menu makanan yang kami pilih adalah makanan Indonesia karena berlebel halal. kisaran harga makanan dan minuman di Foodrepublic adalah S$1.00-S$20.00.

Setelah kenyang, kami berlanjut menuju sebuah toko barang-barang olahraga. Sepatu yang gue inginkan pun didapat. Harga asli sepatu ini adalah S$89.00 dan potongan harga 10% sehingga menjadi S$80.10

Petualangan kami di Singapura pun berakhir setelah kami memutuskan untuk pulang ke Batam pukul 18.00 waktu Singapura.

Untuk sebuah wisata di Singapura, tidaklah terlalu mahal, berikut kisaran harga yang akan dikeluarkan untuk transpor dan wisata di Singapura:

  • tiket ferry Batam - Singapura - Batam S$30.00
  • tiket SMRT : S$1.10-S$2.40 (penelitian sementara)
  • tiket bus : S$1.10-S$2.40 (penelitian sementara)
  • tiket Singapore Sightseing : S$33.00++
My Tour, My Vacation, My Happiness!


Next vacation: December to January
Next Destination: Pulau Tidung, DKI Jakarta
Aamiin...

04 August 2012

Indonesia Raya

Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan dan kebanggaan bagi semua rakyat Indonesia.
Tidak peduli kami ada di mana, Indonesia tetaplah tanah air kami.

Indonesia Raya yang pertama kali diperkenalkan oleh Wage Rudolf Supratman resmi menjadi lagu kebangsaan sejak negara ini lahir.

Indonesia Raya itu sendiri terdiri dari tiga stanza atau bait.
Akan tetapi yang biasa dikumandangkan saat Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih adalah bait pertamanya saja.

I.
Indonesia, tanah airku
Tanah tumpah darahku
Di sanalah, aku berdiri
Jadi pandu ibuku

Indonesia, kebangsaanku
Bangsa dan tanah airku

Marilah kita berseru
"Indonesia bersatu!"

Hiduplah tanahku
Hiduplah Neg'ri
Bangsaku, rakyatku, semuanya

Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia raya

II.
Indoensia, tanah yang mulia
Tanah kita yang kaya
Di sanalah aku berdiri
Untuk s'lama-lamanya

Indonesia, tanah pusaka
P'saka kita semuanya
Marilah kita mendoa
"Indonesia Bahagia"

Suburlah tanahnya
Suburlah jiwanya
Bangsanya, rakyatnya, semuanya

Sadarlah hatinya
Sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya

III.
Indonesia, tanah yang suci
Tanah kita yang sakti
Di sanalah aku berdiri
N'jaga ibu sejati

Indoensia, tanah berseri
Tanah yang aku sayangi
Marilah kita berjanji
"Indonesia Abadi!"

S'lamatlah rakyatnya
S'lamatlah putranya
Pulaunya, lautnya, semuanya

Majulah neg'rinya
Majulah pandunya
Untuk Indonesia Raya


Indonesia Raya
Merdeka! Merdeka!
Tanahku, neg'riku, yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka! Merdeka!
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia, selamanya kau tetap kebangsaanku walaupun aku menjadi warga negara asing di negeri sendiri
Indonesia, merdekalah, sadarlah, majulah

Indonesia Raya

02 August 2012

Antara Rumah Makan dan Puasa

Di bulan suci Ramadhan, setiap orang yang beriman kepada Allah SWT. diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh dan dengan berbagai ketentuannya.
Menahan haus, lapar, amarah, dan birahi menjadi kewajiban bagi mereka yang beriman.

Selama Ramadhan berlangsung, banyak rumah makan yang menutup jendela mereka sebagai bentuk penghormatan pada mereka yang berpuasa.
Apalagi yang kurang???

Orang-orang di dalamnya yang tidak berpuasa, yang menikmati makanan hangat dan minuman dingin, adalah tidak semua orang yang wajib berpuasa.

Semua ada alasannya...

  1. Mereka berhalangan berpuasa: uzur, haid, dan sakit.
  2. Mereka yang bukan muslim
  3. Mereka yang tidak beriman kepada Allah SWT.
Lalu bagaimana kita mencegah seseorang yang malas berpuasa dan makan di rumah makan???

Puasa adalah ibadah yang menjadi seolah menjadi rahasia dan hanya Allah yang dapat menilainya.
Puasa menjadi rahasia karna bila kita tidak mengungkapkannya maka tidak akan ada yang tahu kalau kita berpuasa.

Sikap seorang muslim dan muslimah yang tidak berpuasa adalah menjaga norma kesopanan dengan tidak makan dan minum di tempat umum.

Bagaimana dengan non-muslim???

Mereka tidak berkewajiban untuk berpuasa. Mereka pun tidak diharamkan makan dan minum. Jadi, biarkanlah mereka menikmati siang mereka.
Akan tetapi, alangkah baiknya bila mereka juga tidak makan dan minum di tempat umum. Dengan kata lain, mereka turut membantu muslim yang berpuasa agar tidak berbuka karena alasan tidak kuat.

Selamat berpuasa :) 

01 August 2012

ceplosan II

balakangan ini gue marasa menjadi lain, tapi kayaknya lain yang bagus.
soalnya gue sekarang mendadak memperhatikan perkembangan bagian-bagian tubuh gue. gue merasa harus berubah.
kunjungan wisata gue ke Singapura menjadi titik balik perubahan gue.
gue harus mencontoh mereka, paling gak ya gaya hidupnya lah.
ya, gue harus berubah dan lebih baik lagi.

DEWASA

"Don't judge a book by its cover"
Kutipan tersebut mungkin hanya sebagai sampah bagi seorang yang congkak, sombong, dan angkuh.
Akan tetapi itu adalah segalanya bagi orang yang setiap hari menjalani hidup dengan senyuman.
Senyuman yang diartikan sebagai keramahan.

Usia kadang dikaitkan dengan tingkat kedewasaan seseorang.
Usia seolah menjadi tolak ukur apakah dia sudah dewasa atau belum.

Dewasa sendiri banyak artinya.
Dewasa baik secara usia, kelamin, atau pun pemikiran.

Diantara sekian banyak orang yang aku kenal dan dapat dipastikan mereka dewasa secara usia maupun kelamin, tetapi banyak yang belum dewasa dalam hal pemikiran.

Masalah, beban, tuntutan, dan dorongan lah yang menjadikanku lebih dewasa daripada mereka yang mengakui bahwa mereka dewasa.

Aku bukannya angkuh.
Namun, suatu ketika aku harus mengatakan "AKU INI JAUH LEBIH DEWASA DARIPADA DIRIMU!" pada orang yang angkuh.

Setiap orang juga mempunyai kriteria dewasa tersendiri.
Bagiku, dewasa adalah:
1. kritis dalam berpikir
2. bertoleransi
3. memiliki sifat "kamu adalah kamu, aku adalah aku"

Sekilas, kriteria yang aku buat seolah menggambarkan suatu hal yang buruk.
Tanpa sebuah pemahaman, sesuatu akan menjadi buruk dan sampah.


  • Kritis dalam berpikir, tidak menerima sesuatu apa adanya. Pikir, cerna, teliti, telaah dan lakukan apa yang harus dilakukan.
  • Bertoleransi, melihat sekeliling kita. Tidak semua orang di sekeliling kita itu sama dengan kita. Belajarlah menerima mereka.
  • Memiliki sifat "kamu adalah kamu, aku adalah aku", tidak berusaha untuk mencampuri urusan orang yang tidak kita kenal. Bebaskan mereka bertindak, asal jangan merugikan diri kita atau pun orang lain.
Dewasa itu bukanlah barang warisan!
Dewasa itu adalah barang tambang! Cari! Temukan! Manfaatkan! Amalkan!

uraian singkat XII

bulan Februari tahun ini berjumlah 29 hari
seolah aku kembali pada masa itu
mengulang 29 hari sendiri dan tiada yang mau menemani
menjadi begini memang sulit
tetapi aku tahu
menjalani 29 hari ini bukanlah tanpa alasan
alasan yang kuat dan berdalil
semoga saja