Perjalanan gue ke Singapura tanggal 30 Juni 2012 ini bukan yang pertama kalinya. Karena sebelumnya gue udah pernah ke sana lebih tepatnya 6 bulan dan 23 hari sebelumnya. Bukan karena lebih doyan berlibur ke luar negeri tapi emang perjalan pertama itu sama sekali gak puas. Pasalnya, cuma tiga tempat aja yang gue kunjungi, Musatafa Center, Orchard Rd, Lucky Plaza.
berikut akan gue ceritakan perjalan gue ke Singapura dan rincian uang yang gue keluarkan selama di Singapura. Mungkin bisa menjadi referensi :)
Perjalanan gue yang kedua ini lagi-lagi melalui jalan laut, alias menyebrang dari Kota Batam.
Ditemani dengan seorang sepupu yang khatam dengan kondisi Singapura, membuat gue memantapkan hati untuk pergi ke Singapura hanya berdua aja.
ini dia sepupu gue, Kak Pinkan
Di Singapura, gue gak menginap. Gue menginap di rumah sepupu gue ini di Batam.
Tiket Garuda Indonesia PP yang gue dapet itu cukup murah dibanding dengan harga saat musim liburan. Rp.1,303,600.00 (termasuk PPN) + Rp.40,000.00 buat airport tax.
Serta tiket PP ferry yang gue beli sehari sebelum ke Singapura seharga S$30.00
Nah... di Singapura, terjadilah antrean panjang di imigrasi. Tapi, kali ini gak separah waktu itu, kali ini kami berhasil lebih cepet.
Imigrasi, baik di Sekupang Ferry Terminal maupun di Harbor Front Singapura, sangat bersahabat. Petugas yang tegas namun ramah, serta nyamannya tempat menjadi tolak ukur gue dalam hal ini.
Setelah itu perjalan dilanjutkan ke Sentosa Island. Nah yang menjadi tujuan utamanya di sana adalah berfoto di depan Universal Studio Singapura. Agak sedikit norak, tapi gak apa lah. Lagipula gak ada yang larang kan?
Untuk sampai di Sentosa Island, kami naik monorail dengan harga tiket S$3.00
Pakaian yang gue pake ke Singapura adalah sebuah celana jeans pendek, baju kaos Joger, sepatu Crocs, jam tangan, dan sebuah tas batik. Alasan gue menggunakan setelan itu adalah karna banyak identitas Indonesianya.
"I'm proud to be Indonesian...!"
Setelah puas mengambil gambar di Sentosa Island, kami memutuskan untuk kembali ke VivoCity. Mall ini selain menyajikan toko-toko dengan brand yang terkenal, juga menyajikan sebuah taman terbuka dengan tema sky park-nya.

Tujuan kami di Singapura selanjutnya adalah berkeliling Singapura. Dari VivoCity kami naik MRT ke Orchard Rd. Tiket MRT bisa dibilang cukup murah dengan harga tiket S$1.20 untuk sekali jalan dan dapan diambil lagi deposit S$1.00
Kami pun memutuskan untuk ikut tur Duck & Hippo, Singapore Sightseeing. Dengan harga tiket S$53.00 per orang ini, kita bisa hop on hop off alias naik turun di mana aja dalam waktu 24 jam.
Sejuk dan cerah. Begitulah udara di Singapura. Walau kota ini sangat modern, tapi kebersihan, kehijauan, ketertiban, dan keamanannya sangat dijunjung tinggi oleh warganya.
Selama di Singapura gue gak pernah ragu buat taro tas yang isinya telepon seluler dan dompet gue di belakang. Kecuali di Bugis Street sih, soalnya rame banget di sana. Penuh. Mirip pasar Sukowati di Bali.


Selain itu, banyak bangunan lama yang masih tetap dilestarikan.
Pemberhentian pertama kami saat menaiki bus ini adalah Singapore Flyer. Agar sampai ke sana, kami harus menyambung dengan The Original Tour Bus.Sampailah kami di bawah Singapore Flyer.
Hanya menukarkan tiket, kami pun siap untuk melihat keindahan pemandangan yang disajikan oleh Singapore Flyer.
Keseriusan Pemerintah Singapura untuk menjadikan negara kota tersebut sebagai ikon wisata di dunia, ternyata sangat lah besar.Dengan tidak menyia-nyiakan ruang yang tersedia, dari tempat masuk hingga ke tempat memasuki kapsul, di sulap menjadi tempat yang nyaman untuk berfoto.
Bukan hanya itu, lahan sisa yang berada di bawah Singapore Flyer pun disulap menjadi sebuah taman mini untuk penghijauan.
Secara teori, kami dapat melihat Johor, Batam, dan Singapura itu sendiri. Namun, pada kenyataannya kami hanya dapat melihat Singapura secara jelas, Batam dengan samar dan tanpa Johor. Mungkin karena mendung?
Setelah keluar dari kapsul dan menyusuri jembatan, kami disuguhi oleh toko cinderamata yang ada di sana. Cinderamata yang dijajakan di sana cukup bervariasi, mulai dari yang kecil sampai yang paling besar. Harganya pun sangat beragam, tergantung besar serta bahan yang digunakan.
Selain itu, di Singapore Flyer ada fasilitas foto resmi yang disediakan oleh penyelenggara wisata di sini sebelum masuk ke dalam kapsul. Foto tersebut dihargai S$20.00 per foto (ukuran sebesar buku tulis SiDu) dan S$60.00 untuk enam foto. Kelebihanya adalah tersedia enam macam background yang khas di Singapore Flyer.
Setelah puas memandangi Singapura dari atas, kami bergegas menuju Bugis Street di kawasan Bugis Village.
Di atas bus kami diberkahi dengn hujan yang cukup deras sehingga kami memtuskan untuk pindah ke bagian bawah.
Di Bugis street, belanja sebenarnya menjadi tujuan utama, tapi gue gak berkeinginan untuk itu. Yang gue inget adalah titipan nyokap gue yaitu tas buat nenek gue. Tas seharga S$10.00 pun di dapat dengan perjuangan yang cukup sulit.
Namun, akhirnya gue pasrah. Sebuah jam tangan seharga S$5.00 pun terbeli juga oleh gue. Sebelumnya, sebuah tas buat gue nge-gym pun gue beli seharga S$10.00.
Di Singapura, berbelanja serasa lebih murah dari pada di Jakarta. Menurut gue, semua itu karena nominal pada uang kertas yang kecil. Tapi bila dikonversikan ke Rupiah, nilainya sangat besar.Dari Bugis Street, kita menuju 313@somerset dengan MRT untuk mengisi perut dan mencari sepatu lari yang gue cari.
Menu makanan yang kami pilih adalah makanan Indonesia karena berlebel halal. kisaran harga makanan dan minuman di Foodrepublic adalah S$1.00-S$20.00.
Setelah kenyang, kami berlanjut menuju sebuah toko barang-barang olahraga. Sepatu yang gue inginkan pun didapat. Harga asli sepatu ini adalah S$89.00 dan potongan harga 10% sehingga menjadi S$80.10
Petualangan kami di Singapura pun berakhir setelah kami memutuskan untuk pulang ke Batam pukul 18.00 waktu Singapura.
Untuk sebuah wisata di Singapura, tidaklah terlalu mahal, berikut kisaran harga yang akan dikeluarkan untuk transpor dan wisata di Singapura:
- tiket ferry Batam - Singapura - Batam S$30.00
- tiket SMRT : S$1.10-S$2.40 (penelitian sementara)
- tiket bus : S$1.10-S$2.40 (penelitian sementara)
- tiket Singapore Sightseing : S$33.00++
My Tour, My Vacation, My Happiness!
Next vacation: December to January
Next Destination: Pulau Tidung, DKI Jakarta
Aamiin...


















No comments:
Post a Comment