Kutipan tersebut mungkin hanya sebagai sampah bagi seorang yang congkak, sombong, dan angkuh.
Akan tetapi itu adalah segalanya bagi orang yang setiap hari menjalani hidup dengan senyuman.
Senyuman yang diartikan sebagai keramahan.
Usia kadang dikaitkan dengan tingkat kedewasaan seseorang.
Usia seolah menjadi tolak ukur apakah dia sudah dewasa atau belum.
Dewasa sendiri banyak artinya.
Dewasa baik secara usia, kelamin, atau pun pemikiran.
Diantara sekian banyak orang yang aku kenal dan dapat dipastikan mereka dewasa secara usia maupun kelamin, tetapi banyak yang belum dewasa dalam hal pemikiran.
Masalah, beban, tuntutan, dan dorongan lah yang menjadikanku lebih dewasa daripada mereka yang mengakui bahwa mereka dewasa.
Aku bukannya angkuh.
Namun, suatu ketika aku harus mengatakan "AKU INI JAUH LEBIH DEWASA DARIPADA DIRIMU!" pada orang yang angkuh.
Setiap orang juga mempunyai kriteria dewasa tersendiri.
Bagiku, dewasa adalah:
1. kritis dalam berpikir
2. bertoleransi
3. memiliki sifat "kamu adalah kamu, aku adalah aku"
Sekilas, kriteria yang aku buat seolah menggambarkan suatu hal yang buruk.
Tanpa sebuah pemahaman, sesuatu akan menjadi buruk dan sampah.
- Kritis dalam berpikir, tidak menerima sesuatu apa adanya. Pikir, cerna, teliti, telaah dan lakukan apa yang harus dilakukan.
- Bertoleransi, melihat sekeliling kita. Tidak semua orang di sekeliling kita itu sama dengan kita. Belajarlah menerima mereka.
- Memiliki sifat "kamu adalah kamu, aku adalah aku", tidak berusaha untuk mencampuri urusan orang yang tidak kita kenal. Bebaskan mereka bertindak, asal jangan merugikan diri kita atau pun orang lain.
Dewasa itu bukanlah barang warisan!
Dewasa itu adalah barang tambang! Cari! Temukan! Manfaatkan! Amalkan!
No comments:
Post a Comment