18 June 2012

uraian singkat IX

terkadang dalam hidup, kita akan dihadapkan pada pilihan yang sulit.
pilihan itu kadang ada dua bahkan lebih.
bahkan pilihan itu menjadi dilema, berkepanjangan.

sebuah pilihan tersulit yang aku pernah hadapi adalah berkata jujur pada seorang teman
tidak tidak
lebih dari seorang

aku seperti ingin mengeluarkan sesuatu
tetapi aku seperti ingin menahan sesuatu
namun, aku memilih untuk mengeluarkannya

16 June 2012

MUKA DUA

terdengar seperti nama daerah

kelapa dua, mangga dua, muka dua

tapi muka dua bukanlah sebuah nama tempat

melainkan sebuah sifat

sifat jelek yang dikutuk oleh hampir semua orang

pernah aku menemui seorang yang bermuka dua

berkata lain di saat dan tempat yang lain

tidak jujur

berkata 'ini'

pada kenyataannya 'itu'

muka dua

aku benci si pemuka dua

uraian singkat VIII

kemarin aku diam
hari ini aku kembali
kembali menjadi diriku sendiri
diriku yang cerewet dan banyak melihat

entah bagaimana suasana hatiku sekarang
entah senang entah yang lain
jelas hari aku kembali
kembali menjadi diriku yang dulu

uraian singkat VII

beberapa hari ini aku menjadi seorang yang lain
dingin
diam

semua bukan semata kemauanku
keadaan
suasana hati

pada dasarnya aku orang yang cerewet
tapi saat itu aku harus diam
dari pada berkata yang tidak enak???

06 June 2012

masyhur???

kemasyhuran itu menjebak
menjebak dalam kedengkian
menjebak dalam keirian
menjebak dalam kecemburuan

ada kalanya ada orang yang ingin masyhur
membuat tingkah udik yang sulit dinalar oleh orang yang perasa
membuat tingkah konyol yang menjadi pemancing rasa mual
membuat tingkah hina yang membuat orang mencibir

masyhur
siapa yang menginginkannya, ia harus mendapatkannya dengan halal

Hometown

Aku mempunyai kampung halaman.
Aku lahir dan besar di sana.
Aku pergi meninggalkan kampung halaman ku bersama keluargaku, dulu
Berjarak beberapa kilometer saja sudah seperti kehilangan tempat singgah yang paling nyaman

Ketika aku mendengar Adele mendendangkan sebuah lagu tentang kampung halaman, aku seolah teringat dengan kampung halamanku.
Seketika aku mendengarnya, aku bersedih mengingat kampung halamanku dulu
Rumah pertama setelah aku lahir
Rumah yang membesarkanku dalam budaya yang agung