Saat pertama aku melihat dirinya, aku bagaikan melihat sosok yang aneh yang memikat hatiku
Serasa terpatri sudah hatiku ini.
Walau dalam perjalanannya seolah aku melupakan kisah itu
Tetapi kini, kisah itu kembali terkuak dan lagi-lagi hati ini terpatri sudah.
Rasa ini tanpa syarat dan alasan.
Aku sangat merindukannyua
Rindu yang salah
Rindu yang semestinya tiada.
Rindu yang akan menjadi cibiran
Rindu yang gila.
Saat kami temui Tuhan, kami seolah menunjukkan pada Tuhan kalau kami bahagia bila bersama
Tetapi kami tahu, Tuhan tak mau kami bersama
Tuhan tak mau kami hancur
Tuhan maui kami tunduk padaNya.
Aku berdoa pada Tuhan
Aku bermohon pada Tuhan
Agar kebahagiaan ini abadi.
Kami rela bila tak harus bersama
Tetapi aku tak rela bila kami tak dapat saling membahagiakan.
Aku pinta
Aku merengek
Aku mengiba pada Tuhan
Agar kebahagiaan ini tetap ada
Abadi
Aku mencintainya, Tuhan...!
Biarkanlah aku mencintainya
-Anonymous-
No comments:
Post a Comment