Saat diriku merasa mencintai seseorang, aku menjadikannya sebagai sebuah semangat hidupku. Sebuah semangat baru sangat aku nikmati dan aku hargai keberadaannya.
Namun ketika rasa ini aku ceritakan pada mereka, mereka tidak mengerti rasaku ini meski aku mencoba untuk mengerti mereka.
Saat aku mencintai dia, aku berusaha agar sholatku menjadi kebutuhanku.
Saat aku mencintai dia, aku berusaha agar belajarku menjadi tombak keberhasilanku.
Saat aku mencintai dia, aku berusaha agar dalam tidurku aku akan bertemu dirinya.
Saat aku mencintai dia, aku berusaha agar ketika aku terbangun saat fajar menyingsing aku akan bertemu denganmu pada siang itu.
Tetapi mereka tidak mengerti. Mereka tidak paham perasaan tulusku. Mungkin pula dirinya.
Rabbana...
Aku ingin dia tahu perasaanku.
Aku ingin dia juga merasakannya.
Aku ingin mereka mengerti perasaanku.
Aku ingin dia menjadi semangatku.
No comments:
Post a Comment